Penulisan bahasa Jepang ada 3 jenis. Hiragana (ひらがな), Katakana (カタカナ) dan Kanji (漢音). Dalam keseharian nya, orang jepang menggunakan kombinasi tiga jenis huruf ini dalam penulisan keseharian mereka.
Seperti yang kalian tahu, Hiragana dan Katakana hanya memiliki 46 karakter saja. Tetapi kanji memiliki puluhan ribu karakter, dengan setiap karakter memiliki arti tersendiri. Tidak hanya itu saja, satu huruf kanji bisa memiliki ‘penyebutan’ sebanyak puluhan jenis. Tidak terbayang, bukan ! berapa banyak kanji beserta variasi nya.

Lalu, mengapa Kanji masih digunakan masyarakat Jepang, jika sudah ada Hiragana dan Katakana yang bisa digunakan untuk mengganti sistem penulisan yang rumit tersebut?.
Alasan Utama Kanji Masih digunakan
Ada dua alasan utama mengapa Kanji masih digunakan. Pertama adalah karena Penulisan huruf jepang tidak memiliki spasi. Alasan kedua adalah karena terdapat kesamaan penyebutan dan makna dalam sebuah kalimat (Homofon dan Homograf).
Ada alasan lain nya juga, yang terkait dengan sejarah, budaya, dll. Semua akan kita bahas dibawah ini.
Penulisan huruf jepang tidak memiliki spasi
Alasan pertama adalah, karena huruf jepang tidak memiliki spasi. Tidak hanya itu, sistem penulisan kalimat dalam bahasa jepang juga tidak memiliki titik, koma, atau penanda (tanda ! “seru”, tanda “?” tanya, dll). Jadi, alasan pertama adalah untuk memudahkan dalam membaca.
Hal ini kita bisa rasakan sendiri, ketika sebuah kalimat ditulis dalam satu ragam bahasa saja. Untuk memberikan gambaran, dibawah ini [Gambar 1] adalah kalimat bahasa jepang yang ditulis dalam kombinasi Kanji, Hiragana dan Katakana.



Apa fungsi Katakana jika sudah ada Hiragana?
Hiragana dan Katakana adalah dua aksara Jepang yang memiliki peran dan fungsi masing-masing, meskipun keduanya memiliki karakter yang sama. Katakana digunakan dalam konteks tertentu dan memiliki beberapa fungsi penting:
1. Penulisan Kata Serapan (Kata Gairaigo)
Katakana digunakan untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa asing, seperti kata-kata yang berasal dari bahasa Inggris, Prancis, atau bahasa asing lainnya. Contohnya, kata “television” ditulis dalam Katakana sebagai “テレビ” (terebi).
2. Penyebutan Nama dan Kata Khusus
Katakana sering digunakan untuk menulis nama orang, tempat, merek dagang, atau kata-kata khusus yang ingin ditekankan atau dipisahkan dari teks sekitarnya. Misalnya, nama “Michael” dalam bahasa Inggris akan ditulis dalam Katakana sebagai “マイケル” (maikeru).
3. Penekanan atau Efek Imitasi
Katakana juga digunakan untuk memberikan penekanan atau efek imitasi pada kata-kata tertentu dalam teks. Misalnya, jika seseorang ingin menunjukkan bahwa suara gemuruh petir, kata “guntur” bisa ditulis dalam Katakana sebagai “ゴロゴロ” (gorogoro).
4. Penulisan Ilmiah atau Teknikal
Dalam bidang ilmiah, teknis, atau akademis, Katakana dapat digunakan untuk menulis istilah atau konsep yang lebih teknis. Ini membantu membedakan kata-kata ilmiah dari kata-kata biasa dalam teks.
5. Penulisan Musik
Katakana juga digunakan untuk menulis notasi musik, seperti nama-nama nada (do, re, mi) atau instrumen musik tertentu.
Adanya Homofon dan Homograf
Untuk mengetahui secara singkat, penjelasan Homofon dan Homograf, silahkan baca sebentar disini: Apa yang dimaksud dengan Homofon dan Homograf?
Lalu, apa yang dimaksud dengan kegunaan Kanji karena alasan ada Homophone dan Homograph?. Lihat penjelasan kata, yang penyebutan nya sama dibawah ini.
完成 (Baca= Kan sai), artinya: Penyesalan.
かんさい (Baca= Kan sai), artinya: Sensitif.
Kata “完成” dan “かんさい”, sama- sama dibaca “Kan sai”. Tapi maksud nya berbeda. Jika semua tulisan jepang, ditulis dengan huruf Hiragana semua, maka penulisan 侍はかんさいしている akan dibaca “Samurai itu sedang Sensitif”.
Tetapi, jika ditulis dengan Kanji, maksud nya akan jelas menjadi 侍は完成 している= Samurai itu sedang menyesal.

Bagaimana dengan penyampaian secara lisan?
Dari penjelasan diatas, kalian mungkin memiliki pertanyaan; “Bagaimana bila mengucapkan nya secara lisan?. Bukan kah akan tetap tidak menjadi jelas?”
Orang jepang yang mendengar: Samurai wa Kansai, mungkin bisa saja menganggap “Samurai itu sedang Sensitif”. Tetapi dalam praktek keseharian nya, hal ini jarang terjadi.
Sama seperti kata “Tahu”, yang dalam bahasa Indonesia bisa berarti: [1]. Mengerti, mengetahui, memahami, dan [2]. Makanan yang terbuat dari kedelai.
Dalam keseharian kalian, jarang kan menemui orang yang bingung tentang penggunaan kata tersebut?. Karena orang akan mengerti, dengan konteks pembicaraan yang sedang terjadi.
Alasan lain Kanji masih digunakan
Anda sudah mengerti, dua alasan utama Kanji masih digunakan di Jepang. Hal itu karena [1]. Kalimat bahasa Jepang tidak menggunakan spasi [2]. Adanya Homofon dan Homograf. Tentu saja ada alasan lain selain dua diatas. Adapun itu adalah:
Adanya keterkaitan dengan Sejarah
Semua text kuno mengenai sejarah Jepang, ditulis menggunakan Kanji. Buku pertama tentang sejarah kaisar pertama jepang yang menyatukan semua negara- negara kecil di Jepang, di tulis menggunakan huruf Kanji. Sejarah mengenai perang pada zaman restorasi Meiji, ditulis menggunakan Kanji.
Jika Kanji di hilangkan, maka orang Jepang di masa kini, tidak akan bisa mengerti dan mempelajari mengenai sejarah. Akan ada pemutus-hubungan antara sejarah masa lalu dengan masa kini.
Sebagai fungsi Semantik (Makna Kata)
Sematik yang dimaksud adalah makna bahasa/ kata. Dengan adanya Kanji, maka akan mudah menerka maksud atas sebuah kata, meskipun Anda tidak tahu maksud nya.
Sebagai contoh dalam bahasa inggris, ada kata: Metaphysic. Kata ini -bisa Anda tebak, berasal dari gabungan kata: “Meta”, yang berarti: Diantara atau tingkatan yang lebih tinggi. Sedangkan “Physic” berarti= fisikal atau ada bentuk nya.
Sehingga, meskipun kalian tidak tahu arti kata “Metaphysic”, tapi dengan menerka gabungan kata nya (Meta + Physic), maka kalian bisa tahu arti nya.
Begitu pula bahasa Jepang. Dengan adanya Kanji, orang jepang bisa mengerti suatu kata, meskipun tidak tahu maksud nya. Mereka tahu maksud nya, dengan memahami ‘sematik’ atas gabungan kata tersebut berasal.

Kanji sebagai ‘Attachment’ (cinta yang tidak akan dilepas)
Kalian tahu, kebanyakan orang Jepang memiliki perasaan yang sangat dalam, bila memperjuangkan sesuatu atau tertarik dengan sesuatu. Sebagai contoh adalah cerita dari Hiroo Onoda [Reff].

Dia adalah prajurit dari kekaisaran Imperial Jepang, yang baru menyerah setelah 30 tahun semenjak berakhirnya Perang Dunia ke-2. Jadi, setelah 1945, Hiroo Onoda ini tetap berperang melawan Amerika dan sekutu nya. Dia menolak menyerah, sebelum 1975.
Penutup
Kanji di masa sekarang, adalah seperti Istri yang sudah tidak berguna, membuat banyak masalah, dan sering cekcok. Kemudian, ada Hiragana dan Katakana, yang seakan seperti Istri muda yang penurut, lebih cantik, lebih sehat, dan lebih memahami Anda.
Meskipun ada alternatif lain yang lebih baik untuk digunakan, namun -pada akhirnya, Suami tersebut tidak akan meninggalkan istri nya. Karena mereka berdua telah melalui banyak hal, melalui masalah bersama, telah melewati banyak rintangan, bersama- sama.
