Business News

Apa itu Magang Kerja?. Apa saja yang dilakukan dan Cara Mengukur Performa Anak Magang

Apa itu Magang?. Definisi dan Tujuan Magang.

Hal utama yang harus diketahui terkait dengan magang adalah; Belajar bekerja. Jadi, devinisi dari magang adalah belajar untuk bekerja. Kurikulum magang di buat agar para lulusan SLTA/ Universitas mampu secara langsung memegang aktivitas kerja ketika mereka lulus nanti, dan tidak kaget menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, tempat magang yang baik, harus menerapkan aturan dan ketentuan yang sama kepada anak- anak magang dan karyawan nya. Baik itu dalam segi absensi, perhitungan ketidak hadiran, ijin, dll. Salah jika sebuah perusahaan memberikan kelonggaran kepada anak magang karena justru itu akan membuat mereka tidak mengerti tentang dunia kerja yang sebenarnya. Kelonggaran yang dimaksud adalah; membiarkan anak magang terlambat, masuk dengan sesuka hati, mengatakan ijin untuk tidak masuk kerja tanpa adanya surat ijin formal, dll.

Pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan oleh Anak Magang?

Dari sisi pekerjaan, anak magang harus mendapatkan praktek kerja atas satu topik yang harus di kerjakan nya secara berkesinambungan. Misalkan, seorang anak magang mendapatkan job description “A”, dan waktu magang nya adalah 2 bulan. Maka, dia harus mengerjakan job description tersebut secara terus menerus, selama 2 bulan. Bukan nya di beri job description yang lain apabila sebuah job desc selesai. Karena, seperti yang dijelaskan sebelum nya, Magang adalah belajar untuk bekerja. Maka, mereka harus melakukan pekerjaan seperti hal nya karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Kalau job desc nya di ganti ketika mereka selesai mengerjakan nya, maka itu bukan magang nama nya. Tapi kuliah !. Di perkuliahan, karena tujuan mahasiswa adalah belajar, maka setelah satu topik pembelajaran selesai, maka mereka akan di ajari topik pembelajaran yang lain. Karena tidak mungkin mempelajari ulang hal yang sudah diajarkan sebelum nya. Dalam aktivitas magang, harus nya tidak ada hal semacam ini. Tujuan nya adalah mengajarkan cara bekerja, dan memperlihatkan dunia kerja yang sebenarnya.

Anda bisa melihat, seorang staff administrasi, job description nya setiap hari adalah itu- itu saja, yaitu mengolah data. Dia terpaku dengan job desc nya tersebut dan harus menyelesaikan pekerjaan nya setiap hari. Jadi, tidak ada job desc lain untuk mereka. Tidak ada yang nama nya Staff Admin, setelah beberapa minggu mengerjakan job desc nya, kemudian di pindahkan ke bagian lain untuk mempraktekan aktivitas kerja yang baru.

Permasalahan pada anak magang yang tidak mampu menjalankan pekerjaan dasar

Permasalahan pada anak- anak magang yang berkualitas rendah adalah, mereka sering mengeluh karena bosan mengerjakan aktivitas kerja yang sama setelah beberapa minggu berlangsung. Coba bayangkan, hanya dalam beberapa minggu saja mereka sudah mulai bosan. Bagaimana mungkin mereka bisa tahan dengan dunia kerja, yang dimana dunia kerja tersebut mengharuskan karyawan nya untuk mengerjakan job desc yang itu- itu saja selama bertahun- tahun.

Jika terdapat karyawan yang tidak menjalankan aktivitas kerja nya, apapun alasan nya (bosan, ada masalah keluarga, dll), maka artinya, orang tersebut tidak mampu menjalankan aktivitas kerja, dan harus di pecat. Untuk apa mempekerjakan orang yang tidak memberikan kontribusi, dan malah cenderung memberikan beban kepada perusahaan. Begitu pula dengan anak magang, bila mereka tidak menjalankan aktivitas kerja nya, atau apabila aktivitas kerja nya sering tidak memenuhi target (tidak sesuai ekspektasi perusahaan), maka anak magang itu harus nya di pecat. Atau, paling tidak, diberikan aktivitas lain yang skala nya jauh lebih rendah, sesuai dengan kemampuan otak nya dan kualitas diri nya.

Performa Kerja anak magang yang buruk karena alasan yang tidak bisa dibenarkan

Sebelum nya, telah dibahas mengenai performa dalam menjalankan aktivitas kerja. Sekarang, anak- anak magang itu sering memiliki pembenaran yang tidak masuk akal yang dijadikan alasan mengenai rendah nya kualitas diri mereka. Mereka memiliki jadwal perkuliahan, yang mengganggu performa nya. Entah itu ada tugas kuliah, entah itu ada jadwal kuliah lain, dll. Pembenaran ini sangat konyol bila dijadikan alasan. Ibarat kata, ini seperti hal nya seorang karyawan, yang kualitas pekerjaan nya sangat buruk karena dia memiliki masalah keluarga (ayah ibu nya bercerai, keluarga terlilit hutang, dl). Lantas, apakah bila seseorang tidak mampu bekerja, dengan alasan terdapat masalah external, kemudian perusahaan memberikan toleransi?. Tentu saja tidak !. Penilaian yang dilakukan perusahaan adalah; Bila karyawan tersebut bisa menjalankan aktivitas kerja nya dengan baik, maka dia akan bisa tetap bekerja. Bila karyawan tidak bisa menjalankan aktivitas nya, dia harus keluar. Ya, sesederhana itu penilaian nya. Dan penilaian ini sama sekali tidak bisa di campur adukan dengan masalah external seperti yang dicontohkan diatas.

Begitu pula alasan pembenaran yang dilakukan oleh anak magang. Mereka beralasan, bahwa aktivitas kerja mereka tidak bisa dikerjakan dengan baik karena ada aktivitas perkuliahan. Tentu, perusahaan tetap menilai mereka berdasarkan performa mereka. Entah itu ada aktivitas perkuliahan, jadwal dosen yang berubah, dll, intinya, bila mereka tidak bisa menjalankan aktivitas kerja, maka mereka tidak layak untuk dipertahankan.

Kesimpulan

Untuk bisa memberikan hasil pembelajaran praktek magang sesuai dengan tujuan nya yang sesungguh nya, maka Anak Magang harus di beri tanggung jawab dan tugas seperti karyawan pada umum nya. Aturan pun harus diberlakukan sama seperti karyawan yang lain. Memberikan kelonggaran kepada mereka hanya akan membuat mereka tidak mengerti mengenai dunia kerja. Mereka seharusnya bersyukur, mendapatkan tempat yang bisa digunakan untuk melakukan percobaan untuk bekerja sebelum mereka lulus kuliah, sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia kerja ketika lulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *