Business News

Area Pembelajaran Baru: Apa yang harus di perhatikan agar tidak terjebak di dalam nya

Kasus ini terjadi ketika saya memiliki suatu Project ber-deadline, namun saya belum pernah mencoba mengerjakan project tersebut secara penuh dan berhasil. Suatu sudut pandang optimisme yang berlebihan, yang membawa saya pada suatu kegagalan. Saya menuliskan kisah saya ini, sembari menguraikan situasi yang terjadi, agar bila Anda berada dalam situasi yang sama, Anda tidak mengalami kegagalan. Perlu di ingat, gagal atau berhasil nya suatu tugas ataupun project adalah terletak pada deadline dalam mengerjakan ketentuan pokok nya. Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah: Deadline dan ketentuan pokok nya. Jadi, abaikan dulu mengenai tugas sekunder, agar hal yang pokok bisa terlaksana terlebih dahulu.

Area Pembelajaran Baru

Bila Anda adalah seorang programer, dan belum pernah membuat sebuah aplikasi untuk iOS, namun pernah berhasil membuat aplikasi dengan OS Android, maka tindakan pembuatan aplikasi untuk iOS adalah termasuk “Area Pembelajaran Baru”. Anda sudah pernah membuat roti dengan sukses, tetapi belum pernah membuat kue Tar, maka tindakan pembuatan kue Tar adalah termasuk “Area Pembelajaran Baru”. Meskipun sama basic nya (sudah pernah membuat aplikasi ataupun roti), tetapi wujud nya berbeda, maka hal itu disebut dengan “Area Pembelajaran Baru”.

Bila Anda pernah mencoba membuat aplikasi untuk iOS, namun gagal dalam pembuatan nya, maka Anda belum bisa dikatakan telah melewati “Area Pembelajaran Baru” dengan sukses.¬†Apabila Anda berada dalam situasi diatas, maka bersiaplah untuk memahami materi ini. Agar Anda tidak terjerembab ke sebuah fenomena dengan apa yang disebut Optimisme Bias dalam Area Pembelajaran Baru.

Gambaran Keadaan

Area pembelajaran baru, adalah suatu lahan (saya mengibaratkan dengan sebuah lahan) yang ingin Anda jelajahi, tapi Anda masih belum tahu apa yang terjadi disana. Anda juga masih belum tahu, hal apa yang terjadi dan hal apa yang ada disana. Anda juga belum tahu, apakah hal yang Anda cari itu ada disana. Anda masih belum tahu, apakah Anda mampu menjelajahi lahan tersebut. Apakah Anda memiliki semua peralatan dan metode untuk menjelajahi tempat itu?.

Anda mungkin merasa yakin, karena secara garis besar nya, Anda tahu mengenai tempat tersebut. Sehingga mulai untuk bertindak, dengan yakin akan mencapai apa yang Anda inginkan. Namun, realita nya tidak demikian. Anda masuk ke dalam Optimisme Bias, dan sebenarnya berpeluang besar untuk gagal.

Dalil nya seperti ini: Kesalahan berfikir yang terjadi adalah ketika kita merasa bahwa area pembelajaran yang baru tersebut, keadaan nya akan sama seperti jenis keadaan yang pernah kita kerjakan, hanya karena terdapat persamaan nama. Meski terdapat kesamaan nama, belum tentu terdapat banyak kesamaan. Aplikasi iOS dan Android, sama- sama aplikasi. Namun, medan (field) nya berbeda. Seseorang menjadi optimis mengerjakan Field tersebut karena menganggap nya sama. Padahal, belum tentu sama.

Kesimpulan di Section ini

Kesimpulan dalam section ini adalah; menganggap apa yang hendak dikerjakan adalah sama. Tapi, belum tentu sama. Bisa jadi, bahkan sangat berbeda. Memang, bisa jadi tidak jauh berbeda ataupun bahkan memang sama. Tetapi, berfikir seperti ini membuat peluang Anda gagal menjadi sangat besar JIKA ternyata apa yang di kira sama itu ternyata BERBEDA.

Jadi, peluang berbeda ini lah yang bisa menjadi kegagalan besar dalam mengerjakan project. Jika ternyata sama tidak masalah. Tapi ingat, peluang berbeda ini lah yang bisa menjadi kegagalan besar nya. Anda tidak bisa membantah hal ini !, karena Anda belum pernah melakukan tindakan di dalam Area Pembelajaran yang baru tersebut.

Hal yang bisa memperparah keadaan

Optimisme Bias yang diperparah dengan perfeksionis, akan membuat seseorang terus mencari apa yang mereka inginkan. Meskipun itu bukan sesuatu yang wajib dicari. Mereka mencari hal sekunder, dan mengabaikan hal primer nya. Semakin spesifik apa yang di inginkan, membuat apa yang dicari tersebut semakin sulit terealisasi. Tidak hanya masalah kesulitan dalam mencari hingga membuat (Development) nya, tetapi paradigma ini akan membuat mereka lebih sering melakukan rebuild atas apa yang telah dapatkan. Membuat ulang terus menerus, mengulangi nya terus menerus, hingga berharap menjadi hal spesifik seperti yang di inginkan. Mereka terlalu fokus mencari (obverlooking) dan mengabaikan deadline.

Kesimpulan

Bila Anda hendak membuat sesuatu, hal pertama yang harus diprioritaskan adalah deadline. Keputusan mengenai apakah tindakan Anda gagal atau berhasil adalah terletak pada deadline dalam mengerjakan ketentuan pokok nya. Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah: Deadline dan ketentuan pokok nya. Abaikan keinginan untuk membuat hal yang sekunder. Bila tidak, Anda akan berpotensi besar untuk gagal.

Selanjutnya. pilih lah field yang pernah benar- benar berhasil Anda kerjakan sebelum nya. Jangan mengatakan “Saya bisa melakukan nya”. SALAH pernyataan tersebut !. Karena Anda membandingkan dua hal yang salah satu nya belum pernah Anda kerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *