Business News

JADIKAN HOBI SEBAGAI JALAN LAIN MENUJU SUKSES

Kita semua pasti punya hobi yang pastinya kita sukai. Nah… Dalam konteks ini hobi yang akan dibahas yaitu suatu hobi yang “bermanfaat.Di sini saya hanya ingin membagikan sedikit cerita yang pernah saya alami saja sih.

Jadi berawal dari Sekolah Dasar saya waktu itu di SD Negeri 2 Mranggen. Pada saat itu saya suka banget sama yang namanya olahraga, tapi saya belum mengetahui hobi saya yang sesungguhnya ada di mana pada saat itu. Setelah saya mencoba mendengarkan saran dari temen sebangku saya waktu itu saya putuskan untuk gabung bersama tim takraw, disamping itu saya juga ikut beladiri Taekwondo. Setelah rutin mengikuti latihan dari kedua cabang olahraga tersebut saya jadi sering mengikuti kejuaraan dan memang pada saat itu saya juga sering memenangkan kejuaraan tersebut ,alhasil saya memiliki koleksi piagam yang sangat banyak hanya dari kedua cabang tesebut. Dengan adanya piagam tersebut saya bisa memanfaatkannya untuk mendaftar ke salah satu SMP terbaik yang sudah saya inginkan sejak berada di bangku SD kelas 6. Menurut saya sukses tidak harus selalu yang mendapatkan banyak uang namun sukses menurut saya yaitu tercapainya suatu harapan yang sudah dimimpikan sebelumnya ,sama halnya seperti cuplikan cerita saya waktu berada di bangku Sekolah Dasar.

Kemudian setelah saya berada di bangku SMP, saya merasa kurang memanfaatkan hobi yang saya miliki ,mungkin karena saya waktu itu belum bisa menyesuaikan diri dengan teman maupun lingkungan di sekitar saya sehingga pada waktu SMP saya hanya menghabiskan waktu saya untuk belajar dan belajar bahkan saya sampai masuk kelas unggulan pada saat kelas 9 dan bagi saya berkat masuk kelas unggulan, porsi belajar saya menjadi lebih banyak dikarenakan jika saya hanya diam saja dan tidak mau bergerak untuk belajar maka sudah bisa dipastikan asaya akan berada jauh di bawah teman-teman saya. Lalu setelah berhasil menempuh perjuangan yang menurut saya berat berada di kelas unggulan yang notabennya mereka semua memiliki kemampuan di atas rata-rata saya akhirnya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan pada saat itu. Karena pada saat SMP tujuan saya yaitu harus bisa mendapatkan sekolah favorit di kota Semarang yaitu SMA Negeri 2 Semarang dan dengan hasil kerja keras saya selama berada di SMP saya bisa mencapai tujuan saya yaitu diterima menjadi siswa SMA Negeri 2 Semarang. Menurut saya walaupun hobi tidak tersalurkan pada saat itu, namun dengan usaha, niat dan kerja keras apapun bisa kita capai.

Selanjutnya ketika saya berada di bangku SMA saya mencoba untuk memulai mengembangkan hobi lama saya pada saat berada di Sekolah Dasar yaitu saya mengikuti Sepak Takraw dan juga mengikuti Taekwondo. Memang walaupun sudah sering melakukan latihan rutin tetapi semakin tinggi tingkat kita bertanding jadi semakin sulit juga untuk mendapatkan peluang menjadi seorang juara. Beda lagi ketika saat saya sedang berada di bangku Sekolah Dasar rasanya seperti Over Power(OP)tiap mengikuti kejuaraan hampir tidak pernah kalah hehe..

Namun walaupun begitu saya sudah menganggap hobi saya pada saat SMA tersalurkan dengan benar dan menurut saya sudah sukses. Sukses di sini tidak harus berhasil juara satu namun sukses di sini adalah bagaimana kamu mempelajari suatu kesalahan dengan baik dan akan memperbaikinya di kemudian hari.

Lanjut lagi setelah mulai masuk ke perguruan tinggi yaitu di Universitas Diponegoro saya merasa hobi saya sudah tidak lagi di bidang olahraga karena semakin hari rasanya badan ini jadi semakin sulit untuk bergerak dan beraktifitas layaknya saat muda, ya walaupun mahasiswa itu masih sangatlah muda namun jiwa untuk menggerakkan badan jadi sedikit merasa terhalang oleh adanya entah itu tugas, laporan, kuis, bahkan rapat di dalam organisasi. Ya memang walaupun saya masih sedikit aktif futsal di hari jumat karena memang itu sudah terjadwal di Jurusan saya jadi mau gak mau harus menyempatkan datang sebelum tidak sama sekali. Nah waktu kuliah ini kan padat tuh waktu yang tersisa hanya tinggal seberapa dan mulailah saya mencari hobi baru saya. Jadi pada saat itu saya mulai tertarik di dunia fotografi dan editing foto, namun saya sendiri karena keterbatasan waktu jadi saya seringnya menghabiskan sisa waktu saya hanya untuk mengedit foto. Lama kelamaan saya jadi sering tuh mempelajari bagaimana sih cara yang benar untuk mengedit foto agar terlihat tidak berlebihan namun juga terlihat aestethic. Nah mulai dari situ saya mempelajarinya di Youtube. Mulailah saya pada awal-awal menjadi mahasiswa saya mendengar kabar bahwa ada Fotografi Challenge di fakultas saya. Saya awalnya langsung antusias mendengar kabar tersebut dan mulai hunting foto bersama salah satu teman saya yang juga merupakan kakak tingkat saya ternyata pada saat itu, jadi dia yang memfoto saya dan setelah selesai prosesi fotonya saya mulai memilih dan memulai untuk mengeditnya. Selesai sudah setelah saya mengeditnya saya mencoba untuk mengirimnya ke alamat challenge tersebut.

Setelah sekian lama menunggu kabar akhirnya saya mencoba membuka pengumuman tersebut dan seketika itu ada Direct Message yang masuk ke Instagram saya. Ternyata itu adalah ucapan selamat dari Official Account Fakultas saya bahwa saya menjadi juara pertama dalam fotografi Challenge tersebut, saya juga ternyata kaget pastinya karena niat saya hanya iseng dan ingin memperlihatkan hasil belajar editing saya dan ternyata memang membuahkan hasil.

Mulai dari situ saya mulai jika memiliki waktu luang saya menyempatkan untuk mengedit foto-foto lama saya dan suatu ketika saat saya mencoba memposting foto saya yang tentunya dengan sedikit editing karena jika mengedit foto terlalu banyak akan tidak terlihat nyata dan terkesan berlebihan. Setelah saya post lalu saya membuat Snapgram berisi Before After foto yang telah saya upload tadi, selang beberapa menit banyak DM masuk ke Instagram saya yang isinya seperti “Mir kok bagus banget ; Mirza aku tolong editin dongg; Bagi preset Lr mu dong ja; Za nikah sama aku yuk” oke yang terakhir memang ga mungkin sih, tapi dari situ saya mulai berfikir jika begitu banyak orang yang memuji hasil foto saya seperti itu kenapa saya tidak memulai bisnis edit foto saja ya. Ya memang sampai saat ini belum saya kerjakan ide saya tersebut namun setidaknya saya sudah memiliki gambaran bahwa kemampuan editing foto saya bisa jadi sebuah keuntungan dan tidak menutup kemengkinan saya bisa sukses dengan terus mengembangkan hobi saya ini.

Kesimpulan dari cerita saya ini yaitu, menurut Cikgu Melati hobi sendiri artinya sesuatu yang berfaedah yang dilakukan di masa lampau, jika diartikan bahasa Indonesia maka menjadi Sesuatu yang bermanfaat yang dilakukan di waktu luang. Jadi hobi itu kan pasti menyenangkan, namun alangkah lebih baik lagi jika kita melakukan sesuatu yang tidak hanya menyenangkan namun juga bisa mendatangkan keuntungan dan tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa mendatangkan sebuah kesuksesan.

Bagaimana sih caranya

Untuk caranya sendiri yaitu kita harus memahami kemampuan pada diri kita sendiri, passion kita ada dimana karena tiap orang pasti memiliki hobi yang lebih dari satu namun belum mengetahui passion pada diri sendiri lebih mengarah kemana, maka dari itu kita harus mengawalinya dengan menentukan passion kita.

Selanjutnya yaitu waktu

            Ada apa dengan waktu? Waktu di sini sangatlah penting dan menjadi pedoman dalam melakukan dan menyalurkan suatu hobi kita. Misalkan saja saya sebenarnya hobi sekali dengan olahraga, namun dengan keterbatasan waktu saya memilih untuk mencoba hobi saya yang lain dan pastinya tidak memerlukan waktu yang cukup banyak yaitu editing foto. Kita tahu sendiri untuk mengedit foto agar menjadi hasil yang maksimal itu harus dilakukan di waktu luang dan harus benar-benar luang karena seorang edior akan lebih fokus jika mengedit tanpa terpikirkan oleh suatu tugas lain jadi akan semakin inspiratif dalam mengedit.

Teknik Marketing

            Benar seperti halnya kalian memiliki hobi dan menghasilkan suatu karya yang tidak semua orang bisa melakukannya namun akan tidak bernilai jika kita tidak tahu cara untuk menjual sebuah karya tersebut, maka kita sama saja membuang waktu kita sia-sia. Maka dari itu cobalah untuk belajar strategi marketing jika memang masih susah untuk mempelajarinya cobalah untuk collabs dengan seorang teman yang pandai dalam dunia marketing sehingga fokus anda akan lebih fokus lagi di dalam bidang anda dan teman anda fokus dalam marketingnya, sehingga akan menimbulkan kolaborasi yang sangat dahsyat untungnya.

Jangan Takut Gagal

Ini yang lebih penting dari apapun, menurut saya gagal itu adalah hal yang sudah wajar sekali bahkan jika kalian memulai suatu bisnis dan langsung berhasil justru kalian tidak punya pondasi yang kuat jika tiba-tiba merasakan kegagalan, beda dengan orang yang sudah mengalami kegagalan dan menjadikan kegagalan tesebut sebagai suatu pelajaran maka kedepannya orang tersebut sudah memiliki pondasi yang sangat kuat dan susah untuk roboh lagi. Saya jadi teringat kata dari Thomas Alfa Edison “Saya tidak pernah merasa gagal, tapi saya telah melakukan 1000 cara yang kurang tepat”. Maka dari itu jangan pernah menyerah!

Sekian dan Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *