Business News

Cara Membuat Konten Halaman Ketentuan

Bagi Anda yang ingin menghindari masalah di kemudian hari, apabila membuat kontrak kerjasama dengan pihak lain, salah satu trik yang bisa Anda mainkan adalah membuat halaman ketentuan yang lengkap dan tepat (tidak blunder). Konten di dalam halaman ketentuan ini, bisa Anda gunakan untuk menangkis serangan/ permintaan dari pihak kedua yang dirasa merugikan Anda. Dengan menunjukan salah satu poin di halaman ketentuan ini, Anda bisa bertindak untuk “Tidak Memenuhi” permintaan pihak kedua, dengan memberikan pemahaman logika bahwa permintaan tersebut tidak memiliki dasar alasan untuk di tindak lanjuti.

Hal yang paling bermanfaat dalam tindakan ini salah satu contoh nya adalah; tidak memenuhi pengembalian dana, tidak memenuhi permintaan perbaikan atas items yang dibeli, memutuskan kontrak secara sepihak dengan pihak kedua yang melakukan penyimpangan, dll. Dimana tindakan tersebut bisa Anda lakukan bilamana tindakan diatas tidak memenuhi unsur ketentuan yang sudah di tuliskan dalam halaman Ketentuan.

Bahkan bilamana pihak kedua tersebut bersikeras agar Anda memenuhi permintaan mereka, karena mereka merasa dirugikan karena layanan yang mereka dapatkan dari Anda, tapi Anda pun bisa bersikeras juga untuk tidak melakukan nya. Perbedaan pendapat ini akan menjadi masalah baru apabila tidak ada halaman ketentuan yang mengatur hal ini. Tetapi perbedaan pendapat ini bisa diselesaikan dengan mudah apabila Anda menunjukan halaman ketentuan -yang berisikan poin yang mengatur mengenai perbedaan pendapat itu.

Salah satu persyaratan pembuatan halaman ketentuan yang baik dan benar, agar bisa digunakan untuk tujuan yang sudah dicantumkan diatas, adalah dengan membuat halaman ketentuan yang mudah untuk dimengerti kedua belah pihak. Tidak hanya membuat nya dengan tulisan yang baik dan benar, tapi format penulisan nya pun harus benar pula. Adapun hal tersebut akan dituliskan dibawah ini.

Bagian- bagian dari Halaman Ketentuan

Poin Pembahasan

Sebuah judul atas hal yang akan di bahas. Dituliskan dengan singkat dan padat. Poin pembahasan ini berisikan perihal utama yang harus di ketahui oleh kedua belah pihak, agar semua pihak mendapatkan pemahaman ketentuan yang penting untuk diketahui.

Devinisi

Menuliskan deskripsi Umum dan deskripsi khusus: Devinisi ini harus menjabarkan pengertian atas “Poin Pembahasan”, agar pihak lain tidak mengalami salah penafsiran (misinterpretation). Ketentuan adalah sesuatu hal yang harus dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak. Untuk menghindari misinterpretation ini, maka perlu dijelaskan deskripsi umum dan deskripsi khusus atas “Poin Pembahasan” tersebut. Berikut adalah contoh- contoh nya:

Ketetapan

Ketetapan adalah nilai yang ditentukan sebagai suatu batasan, hal yang perlu dilakukan, aturan yang perlu dilakukan/ ditaati, terkait dengan “Poin Pembahasan”. Ketetapan ini dituliskan dengan tujuan agar bagian “Konsekuensi” bisa di deskripsikan dengan benar. Tanpa adanya bagian ketetapan ini, maka bagian “Konsekuensi” tidak bisa dibuat. Bisa dikatakan, bagian ini adalah sebuah ketentuan/ aturan terkait “Poin Pembahasan”, hanya itu saja.

Konsekuensi

Sebuah ketentuan atas hal (biasanya adalah hal negatif) yang akan menimpa pihak yang melanggar ketetapan tersebut. Tujuan dari penulisan bagian konsekuensi ini tidak lain adalah memberikan pengertian bagi pihak yang terkait dengan ketentuan tersebut (biasanya adalah pihak kedua) atas hal buruk apa yang akan terjadi apabila mereka melakukan pelanggaran/ tidak mematuhi aturan ataupun ketentuan tersebut.

Hal yang Harus diperhatikan

Filter implementasi atas “Poin Pembahasan”

Ini berlaku apabila pihak Anda (pihak pertama) memiliki lebih dari satu jenis status keanggotaan. Misalkan saja, perusahaan Anda memiliki dua status anggota, yaitu Freelancer dan Employee. Kedua status ini mungkin memiliki satu jenis “Poin Pembahasan”, tetapi berbeda deskripsi nya. Dimana deskripsi atas poin pembahasan ini harus di pisah, agar tidak terjadi kebingungan, tetapi di tuliskan di lokasi/ bagian yang sama. Pelajari lebih lanjut disini: XXXX.¬†Tujuan adanya Filter implementasi atas “Poin Pembahasan” adalah agar lebih mudah dalam membaca suatu ketetapan.

Penulisan Konsekuensi Turunan

Apabila Anda memahami pengertian dari “Ketetapan” dan “Konsekuens”, bisa di simpulkan bahwa; Ketetapan adalah aturan nya, sedangkan “Konsekuensi” adalah hal akibat apabila ketetapan itu dilanggar. Namun,¬†format apa yang harus di tuliskan, dan dimana penulisan nya, apabila ada kemungkinan bahwa “Konsekuensi” tersebut masih tetap dilanggar?.

Jawaban nya adalah dengan membuat sebuah “Poin Pembahasan” yang baru, dengan syarat apabila poin pelanggaran nya kemungkinan ada banyak yang akan di langgar. Alternatif kedua adalah apabila kemungkinan pelanggaran nya sedikit, setidak nya jumlah nya maksimal ada 3 hal saja, maka dituliskan saja di bagian “Ketetapan” (disebut sebagai “Ketetapan Turunan), dan perihal konsekuensi nya di tuliskan di bagian konsekuensi (disebut sebagai “Konsekuensi Turunan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *