Business News

Langkah- Langkah Mendirikan Perusahaan

Mendirikan perusahaan bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Di waktu ini, biaya mendirikan Perseroan Terbatas (PT) hanya membutuhkan biaya sekitar 8-12 juta. Anda sudah mendapatkan surat- surat dan kepemilikan sebuah PT. Hal yang sulit adalah mempertahankan perusahaan tersebut agar bisa beroperasi selama mungkin menghasilkan keuntungan. Jangan sampai Anda terburu- buru dalam mendirikan perusahaan. Tanpa persiapan yang matang, perusahaan mungkin cukup mudah didirikan. Tetapi, setelah berdiri (launching), tetapi sistem manajemen di dalam nya belum matang, maka ketika perusahaan beroperasi, akan ada banyak kendala yang dihadapi yang menyebabkan kekacauan yang luar biasa. Kekacauan yang tidak terkendali, akan membawa perusahaan yang baru berdiri tersebut ke pinggir jurang kehancuran.

Dibawah ini akan dijelaskan mengenai langkah- langkah pendirian perusahaan, dari mulai nol hingga melakukan ekspansi (perluasan) usaha. Apa yang dituliskan berikut ini adalah garis besar nya saja, yang hanya bisa Anda gunakan sebagai gambaran dasar atas tindakan dalam mendirikan perusahaan. Implementasi nya di lapangan sangat kompleks, dan penuh trial dan error.

Menciptakan Ide Bisnis (Step 1)

Setiap hal yang besar, dimulai dari hal yang kecil. Sebuah perusahaan besar, selalu dimulai dari sebuah ide yang direalisasikan oleh para Founder (pendiri) nya. Ide sebuah usaha. Itulah yang dimaksud di langkah pertama pendirian perusahaan ini. Ide adalah fondasi awal dasar dalam pembangunan bisnis. Dikarenakan ini adalah fondasi dasar, maka justru harus di buat dengan sangat jeli. Sama seperti Anda mendirikan rumah. Bangunan rumah akan mengikuti fondasi dasar yang dibangun nya. Jika fondasi nya salah, maka bangunan rumah itupun akan salah juga ketika dibangun.

Ide bisnis tidak selayak nya langsung dieksekusi (langsung digarap) meskipun dirasa berpotensi sangat bagus. Untuk hal- hal yang penting -seperti menentukan ide bisnis- Anda tidak boleh berpedoman pada insting. Tetapi harus berpedoman pada data. Hal yang sering terjadi, khusus nya bagi orang- orang yang hendak mendirikan startup yang menginginkan mendapatkan pendanaan dalam jumlah besar dari VC, kesalahan yang sering terjadi adalah mereka mengajukan ide bisnis yang sangat bagus, tetapi tidak memiliki market yang besar. VC tidak mau memberikan pendanaan jumlah besar jika target pasar dari bisnis itu kecil.

Ide bisnis bukan sekedar ide mentah yang terlintas di kepala yang tanpa perlu dijabarkan lebih lanjut. Tindakan pelaksanaan yang hanya di dasarkan pada ide mentah seperti ini, akan membawa eksekusi nya nanti pada kebingungan. Hal ini dikarenakan, perlu adanya sesuatu hal yang detail lagi ketika melakukan eksekusi nya nanti. Dalam menjalankan tugas sederhana saja memerlukan pilar; Where, When, Who, What and How -atau yang lebih dikenal dengan 4W1H- dalam pelaksanaan nya. Bayangkan, jika Anda tidak menentukan faktor Who (siapa yang akan menjalankan tugas) dalam eksekusi suatu tindakan, tugas tersebut pun tidak akan terlaksana.

Ide bisnis bukan hanya sekedar ide semata. Dalam tahap ini, rincian ide bisnis perlu dibuat lebih mendetail lagi agar jelas seperti apa hal yang perlu dilakukan dalam mewujudkan nya. Hal ini mencakup tentang; melakukan riset, mengumpulkan informasi, mengenali lebih dalam terhadap keadaan, melakukan riset pasar, membuat BMC, proposal rencana bisnis, dll. Pengukuran terhadap kelayakan ide pun harus di lakukan juga, karena Anda pastinya tidak ingin jikalau ide bisnis yang akan menjadi fondasi dasar dalam pendirian bisnis ini ternyata sebenarnya tidak layak untuk di tindak lanjuti.

Membuat Prototype (Step 2)

Membuat wujud ide bisnis secara nyata dalam skala kecil, dengan mendokumentasikan beberapa hal yang penting ketika melakukan pembuatan prototype ini. Tujuan nya adalah untuk melihat kendala yang mungkin akan terjadi ketika melakukan pembangunan perusahaan, kemudian mengantisipasi nya sejak dini. Melakukan pengukuran dan perhitungan yang presisi atas beragam tindakan pembangunan yang dilakukan dalam skala kecil tersebut.

Pembuatan prototype juga bertujuan untuk mengurangi biaya trial dan error yang pastinya akan terjadi. Dengan pembuatan skala kecil ini, maka pengeluaran atas kendala yang terjadi pun kecil juga. Hal ini mencakup; pendokumentasian data atas masalah yang muncul, membuat prototype dengan pengukuran yang sangat presisi untuk mendapatkan data yang akurat, dll.

Persiapan Running (Step 3)

Sebuah bisnis memerlukan 4 pilar utama agar bisa beroperasi; Human, Methode, Tools dan Materi. Organisasi tentu membutuhkan orang (sumber daya manusia) untuk menjalankan nya. Orang itu tentu membutuhkan deskripsi kerja agar tahu apa saja hal yang harus dilakukan nya. Jadi, sebelum menjalankan operasional bisnis, Anda perlu membuat job discription, mendeskripsikan kriteria SDM yang akan digunakan dalam menjalankan deskripsi kerja, membuat pembelajaran dasar, membuat SOP, dll. Penjabaran atas salah satu tindakan tersebut masih lebih luas lagi. Contoh kasus adalah dalam menemukan SDM yang tepat untuk mengisi sistem kerja yang telah dibuat, maka Anda perlu membuat lowongan kerja, menentukan gaji, menentukan kriteria SDM yang perlu di rekrut, membuat tes perekrutan, menjadwalkan interview, dll.

Running (Step 4)

Ini adalah tindakan menjalankan prototype dan sistem kerja setelah mengisinya dengan SDM yang diperlukan. Disamping itu, diperlukan juga tindakan dalam melakukan perhitungan arus kas, mengirimkan laporan kepada direksi atau atasan Anda, menyelesaikan masalah yang muncul, dll. Tanpa persiapan yang matang, tindakan menjalankan operasional perusahaan akan menemui kendala yang besar. Hal ini telah kita bahas sebelumnya. Namun, dikarenakan di langkah sebelum nya, kita telah melakukan banyak persiapan, diharapkan tindakan dalam menjalankan perusahaan ini hanya akan ada sedikit kendala yang muncul. Karena sebelum nya kita telah mencoba untuk mengantisipasi nya -di langkah persiapan running.

Tidak sedikit orang yang memiliki ide briliant luar biasa. Tetapi, sangat sedikit yang bisa merealisasikan nya. Ide yang hebat, apabila tidak bisa di eksekusi, akan menjadi sesuatu hal yang sia- sia. Hal ini mungkin pernah Anda temui di sekitar Anda, dimana ada salah seorang teman yang mengatakan memiliki suatu ide usaha, tetapi setelah beberapa waktu, dia tidak kunjung juga mendirikan usaha nya tersebut. Tentu saja, dia memiliki alasan tersendiri mengapa ide itu tidak dijalankan atau mungkin . gagal dijalankan. Namun, alasan yang paling sering adalah; dia menemui kendala dalam merealisasikan ide tersebut, kemudian memutuskan untuk berhenti.

Ekspansi (Step 5)

Ekspansi adalah tindakan dalam melakukan perluasan usaha agar bisa mendapatkan profit yang lebih besar dari yang sebelum nya. Tentu saja, kita ingin perusahaan yang kita kelola bisa berjalan dengan baik dan semakin besar dari waktu ke waktu. Penjabaran tentang hal ini akan dibahas di sesi yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *