Business News

Pemahaman, Cara penggunaan dan Cara Setup Learning Management System

Learning Management System (biasa disingkat LMS) adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan, program pembelajaran elektronik (e-learning program), dan melakukan pelatihan.

LMS merupakan sistem untuk mengelola catatan pelatihan dan pendidikan, dimana platform nya digunakan untuk mendistribusikan program melalui internet dengan fitur untuk kolaborasi secara ‘’online’’.

Dalam pelatihan korporasi, LMS biasanya digunakan untuk mengotomatisasi pencatatan dan pendaftaran karyawan. Dimensi untuk belajar sistem manajemen meliputi ‘’Students self-service’’ (misalnya, registrasi mandiri yang dipimpin instruktur pelatihan), pelatihan alur kerja (misalnya, pemberitahuan pengguna, persetujuan manajer, daftar tunggu manajemen), penyediaan pembelajaran ‘’online’’ (misalnya, pelatihan berbasis komputer, membaca & memahami), penilaian ‘’online’’, manajemen pendidikan profesional berkelanjutan (CPE), pembelajaran kolaboratif (misalnya, berbagi aplikasi, diskusi), dan pelatihan manajemen sumber daya (misalnya, instruktur, fasilitas, peralatan).

Dalam hal ini, LMS yang akan digunakan adalah Sensei LMS. Anda akan mempelajari mengenai bagaimana struktur nya, pemahaman setiap struktur, cara penggunaan dan cara setup (penyiapan penggunaan).

 

Overview Sensei LMS

Tampilan Luar

  1. Sensei LMS dapat dimulai dengan menggunakan Course.
  2. Di dalam setiap course, terdapat module dan lesson.
  3. Buka lesson untuk melihat daftar soal.
  4. Ambil lesson untuk mulai mengerjakan nya.
  5. Jawab Quiz untuk melihat soal dan mengerjakan nya.
  6. Complete lesson untuk mengerjakan soal yang lain.

Tampilan Dalam

  1. Question.
  2. Lesson.
  3. Quiz.
  4. Module.
  5. Course.

Struktur Overview

  1. Question: Berdiri secara independent. Dapat di tempatkan di lesson, namun harus disatukan dalam struktur quiz.
  2. Lesson: Tempat materi soal (Question) dan struktur quiz berada.
  3. Quiz: Bagian dari lesson. Berfungsi sebagai wadah struktur Question.
  4. Order lesson: Bagian dari lesson. Berfungsi untuk mengubah struktur Lesson pada module.
  5. Module: Berfungsi untuk mengengelompokan Lesson.
  6. Order Module: Berfungsi untuk mengubah struktur module pada course.
  7. Course: Pembelajaran keseluruhan.

 

Contoh Struktur dan Praktek Setup nya

Course

Misalkan: Perpajakan Dasar untuk semester 1.

Module

  1. BAB 1- Pengertian pajak
  2. BAB 2- jenis pajak,
  3. dll.

Lesson

Bisa dikatakan, Lesson adalah isi dari Module. Sebagai contoh, berikut adalah Lesson.

  1. Sejarah pajak (Bagian dari “BAB 1- Pengertian Pajak”).
  2. Penyebab pajak diberlakukan (Bagian dari “BAB 1- Pengertian Pajak”).
  3. Tujuan adanya pajak (Bagian dari “BAB 1- Pengertian Pajak”).
  4. Pajak Pemerintah (Bagian dari “BAB 2- Jenis Pajak”).
  5. Pajak Penguasaha (Bagian dari “BAB 2- Jenis Pajak”).
  6. Pajak Penghasilan (Bagian dari “BAB 2- Jenis Pajak”).

Dari contoh diatas, Module BAB 1- Pengertian Pajak, memiliki Lesson (pembelajaran) berupa:

  1. Sejarah pajak
  2. Penyebab pajak diberlakukan
  3. Tujuan adanya pajak

Sedangkan, Module BAB 2- Jenis Pajak, memiliki Lesson (pembelajaran) berupa:

  1. Pajak Pemerintah
  2. Pajak Penguasaha
  3. Pajak Penghasilan

Question

Question adalah pertanyaan yang ditujukan (diberikan) untuk setiap Lesson. Berikut adalah beberapa contoh Question:

  1. Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Sejarah Pajak- BAB 1”)
  2. Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Sejarah Pajak- BAB 1”)
  3. Apa tujuan diberlakukan pajak? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Penyebab pajak diberlakukan- BAB 1”)
  4. Kepada siapa pajak diberlakukan? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Penyebab pajak diberlakukan- BAB 1”)
  5. Siapa saja pengusaha yang terkena pajak? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Pajak Pengusaha- BAB 2”)
  6. Berapa penghasilan minimal pengusaha yang dikenakan pajak? (Pertanyaan ini bagian dari “Lesson- Pajak Pengusaha- BAB 2”).

Dari contoh diatas, Lesson “Sejarah Pajak”, memiliki Question sbb:

  1. Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?
  2. Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?

Sedangkan Lesson “Penyebab pajak diberlakukan”, memiliki Question sbb:

  1. Apa tujuan diberlakukan pajak?
  2. Kepada siapa pajak diberlakukan?

Sedangkan Lesson “Pajak Pengusaha”, memiliki Question sbb:

  1. Siapa saja pengusaha yang terkena pajak?
  2. Berapa penghasilan minimal pengusaha yang dikenakan pajak?

Quiz

Quiz adalah pengelompokan Question. Cara kerja nya adalah memasukan Question tertentu, agar bisa ditampilkan di Lesson.

  1. Sejarah pajak: Terdiri dari beberapa question berikut ini:
    1. Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?
    2. Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?
  2. Penyebab pajak diberlakukan: Terdiri dari beberapa question berikut ini:
    1. Apa tujuan diberlakukan pajak?
    2. Kepada siapa pajak diberlakukan?
  3. Pajak Pengusaha: Terdiri dari beberapa question berikut ini:
    1. Siapa saja pengusaha yang terkena pajak?
    2. Berapa penghasilan minimal pengusaha yang dikenakan pajak?

Dengan menggunakan menu “Quiz”, Anda bisa mengubah struktur question nya.

  1. Contoh nya (1), quiz untuk “Sejarah Pajak”, bisa menggunakan struktur (tatanan) yang dibalik seperti ini:
    1. Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?
    2. Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?
    3. Kesimpulan: Jadi peserta akan melihat dan harus mengerjakan pertanyaan pertama dulu, yaitu: “Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?”, kemudian baru dia mengerjakan pertanyaan kedua, yaitu: “Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?”.
  2. Anda juga bisa membalik nya lagi seperti ini:
    1. Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?
    2. Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?
    3. Kesimpulan: Jadi peserta akan melihat dan harus mengerjakan pertanyaan pertama dulu, yaitu:  “Pajak pertama kali diberlakukan di negara mana?” , kemudian baru dia mengerjakan pertanyaan kedua, yaitu: “Pajak pertama kali dipraktekan pada tahun berapa?”.

Order Lesson

Dengan menggunakan Order Lesson, Anda bisa mengubah struktur lesson yang tertampil di dalam Module. Misalkan saja, sebuah module memiliki Lesson sbb:

  1. Sejarah pajak
  2. Penyebab pajak diberlakukan
  3. Tujuan adanya pajak

Dari struktur diatas, hal pertama (Lesson) yang harus dipelajari orang peserta adalah: “Sejarah pajak”, kemudian “Penyebab pajak diberlakukan, lalu yang berikutnya adalah “Tujuan adanya pajak”.

Namun, dengan menu Order Lesson, Anda bisa mengubah hal pertama yang bisa dipelajari oleh Peserta (contoh nya) menjadi seperti ini:

  1. Tujuan adanya pajak
  2. Sejarah pajak
  3. Penyebab pajak diberlakukan

Order Module

Dengan menggunakan Order Module, Anda bisa mengubah struktur Module yang tertampil di dalam Course. Misalkan saja, sebuah Course yang bernama: Perpajakan Dasar untuk semester 1, memiliki Lesson sbb:

  1. BAB 1- Pengertian pajak
  2. BAB 2- jenis pajak

Jadi, dalam penjelasan diatas, peserta yang akan mempelajari Course: Perpajakan Dasar untuk semester 1, harus mempelajari Lesson (pembelajaran) pertama terlebih dahulu, yaitu: BAB 1- Pengertian pajak. Kemudian, baru dia mempelajari pembelajaran kedua, yaitu: BAB 2- jenis pajak.

Namun, dengan Order Module, Anda bisa membuat Peserta mempelajari BAB 2- jenis pajak terlebih dahulu, kemudian baru mempelajari BAB 1- Pengertian pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *