Business News

Pengertian Ghost Writting

Saya pernah menonton film yang mengisahkan seorang Amerika yang ditugaskan menuliskan biografi politikus kontroversial. Apakah seperti itu profesi seorang Ghostwriter?

Pada prinsipnya, ya, seorang Ghostwriter menulis untuk kepentingan orang lain, tanpa identitas dia tercantum dalam hasil tulisan tersebut. Diantaranya biografi dan opini.

Artinya, nama yang tertulis sebagai pencipta karya tersebut adalah nama klien?

Tentu saja. Klien adalah pemilik hak cipta (copyright) atas hasil tulisan tersebut, selaku pihak yang memiliki ide dasar, dan tentu saja yang membiayai tulisan. Istilah tepatnya klien adalah seorang author (pengarang), dan ghostwriter sebagai writer (penulis) sekaligus editor. Beberapa klien yang baik menyamarkan ghostwriternya sebagai editor atau sebatas memunculkan dalam halaman ucapan terima kasih.

Maaf, jika demikian hasilnya, bukankah ini sebuah pembohongan karya dan melanggar etika?

Tentu saja bukan. Bahkan dalam praktik hukum sendiri banyak pendapat hukum pengacara, atau figur publik terkenal yang dalam penyusunannya dilakukan oleh legal officer atau staf mereka. Pun jika melanggar etika, etika mana yang dimaksud? Ghostwriter merupakan jasa legal. Di beberapa negara bahkan menjadi sebuah profesi resmi yang setara profesi bergengsi lainnya, semisal advokat atau konsultan. Dalam hal etika, secara sederhana pekerjaan ghostwriter dapat digambarkan seperti seorang kontraktor yang disewa untuk membuat bangunan. Mereka bekerja berdasarkan permintaan pemilik bangunan, dengan konsep bangunan sesuai keinginan pemilik dan cetak biru konstruksi bangunan yang sudah ada. Atau seorang penyelam yang mencari mutiara di dasar laut atas permintaan pengusaha mutiara, kemudian dijual sebagai barang dagangan pengusaha tersebut. Semua jasa ini apakah juga melanggar etika?

Idealnya memang seorang pemilik rumah mengerjakan sendiri bangunannya, mulai pembelian bahan hingga mengisi perabot rumah tersebut. Demikian juga pengusaha mutiara melakukan sendiri proses mencari, membentuk, dan menjual mutiaranya. Tapi hidup tidak serumit itu, bukan?

Lalu apakah tidak malah merugikan Ghostwriter itu sendiri?

Tentu tidak ada yang dirugikan selama semua berjalan sesuai kesepakatan. Seorang Ghostwriter sejak awal menekuni profesinya harus sadar konsekuensi tersebut.

Siapa saja yang seringkali memakai jasa Ghostwriter?

Kebanyakan pengguna jasa Ghostwriter adalah politisi di parlemen, dan pejabat atau mantan pejabat eksekutif. Namun tidak jarang justru jasa Ghostwriter dicari oleh orang-orang pintar, dosen, mahasiswa, motivator, trainer, selebriti, figur publik, pengusaha, serta mereka yang ingin membagi gagasan, pengetahuan, informasi, atau cerita sukses hidupnya kepada publik yang lebih luas dalam bentuk tulisan, tetapi menghadapi kendala keterbatasan waktu atau kemampuan menuang orasi menjadi bahasa tulis yang enak dibaca.

Sepertinya setiap orang bisa melakukan hal itu. Lantas apa manfaat menggunakan jasa Ghostwriter?

Mayoritas orang bisa menulis, tapi tidak semua orang mampu membuat tulisan yang baik dan memikat, sehingga ketika orang membaca tulisan tersebut merasa perlu dan ingin terus membacanya hingga tuntas.
Secara umum, ada 3 (tiga) kelompok yang memanfaatkan jasa Ghostwriter:

  • Mereka yang tidak memiliki kemampuan menuliskan gagasan-gagasan cemerlangnya, kisah hidupnya yang hebat, cerita kesuksesan karirnya, atau orator yang lemah dalam menuangkan agitasi dan dogma-dogmanya dalam bentuk tulisan;
  • Mereka yang memiliki kemampuan menuang gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan yang baik, namun tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas penulisannya tersebut;
  • Mereka yang sedang berusaha mempengaruhi opini masyarakat dengan produk-produknya, atau agar masyarakat menyetujui gagasan-gagasannya dan memilih dirinya pada sebuah pemilihan tertentu, atau sedang tersangkut masalah yang membutuhkan uraian argumentasi tertulis, berdasarkan fakta-fakta yang dia miliki untuk diungkapkan di publik atau lembaga peradilan.

Karena itu, kerja sama yang baik antara Ghostwriter dan pengguna jasa sangat diperlukan agar menghasilkan karya-karya yang baik, memukau, dan memuaskan keduanya. Proses yang dikerjakan Ghostwriter tersebut disebut sebagai ghostwriting.

Media apa saja yang digunakan seorang Ghostwriter dalam pekerjaannya?

Seringkali buku. Akan tetapi perkembangan teknologi informasi saat sekarang membuka ruang penyampaian informasi ke dalam bermacam media selain buku, seperti e-book atau cakram (disk). Bahkan seorang Ghostwriter kini lebih banyak bekerja untuk keperluan website, blog, milis selebriti, dan figur publik. Beberapa diantara mereka terkadang juga diperbantukan sebagai copywriter untuk penyelesaian narasi film, script iklan televisi dan radio, papan reklame, bahan presentasi, naskah pidato dan bahan-bahan penulisan ilmiah, semisal makalah atau tesis.

Apa saja tema yang biasanya ditulis seorang Ghostwriter?

Bermacam-macam, tergantung kemampuan dan tingkat pengetahuan masing-masing Ghostwriter. Seperti jasa yang saya tawarkan melalui blog ini, maka ada beberapa tema tulisan non fiksi sesuai pengalaman dan pengetahuan sebagai berikut; deskripsi produk atau surat-surat bisnis, artikel hukum baik untuk kepentingan opini hukum, litigasi maupun non litigasi, legal drafting (draft rancangan peraturan daerah), tema atau tagline produk atau jasa, konten web/blog, artikel populer, naskah pidato, siaran pers, analisis isi media dan advertorial politik, serta tulisan-tulisan bertema hukum, politik, pemerintahan, rohani Islam, dan biografi atau kisah nyata lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *