Business News

Alasan Mengapa Aturan dan Prosedur Kerja Sering Berubah

Mungkin bagi Anda yang barusaja memasuki dunia kerja, dan telah matang mempelajari suatu sistem kerja, akan merasa kaget ketika peraturan dan prosedur kerja dalam perusahaan tempat Anda bekerja tiba- tiba berubah. Hal ini mengakibatkan Anda perlu mempelajari dari awal aturan dan prosedur kerja yang baru tersebut.

Dalam dunia kerja, perubahan atas prosedur kerja dan aturan, tidaklah bisa di hindari. Dalam surat perjanjian kerja, bila Anda pernah membaca nya, pasti ada poin- poin seperti berikut ini:

  1. Siap untuk menerima perubahan aturan dan perubahan kebijakan yang diambil oleh pihak Manager/ Direksi.1. Siap untuk menerima perubahan aturan dan perubahan kebijakan yang diambil oleh pihak Manager/ Direksi.
  2. Tidak diperbolehkan untuk melakukan hal yang dilarang ketika melakukan prosedur kerja (baik itu dalam menyebarkan link, menangani proyek, dan tugas lain nya). Pelanggaran terhadap ketentuan ini, akan menyebabkan Freelancer menerima pinalti atas status pekerjaan yang sedang dimilikinya.
  3. Tidak diperbolehkan melakukan kecurangan terhadap prosedur kerja/ aktivitas kerja yang dilakukan, hanya untuk mengambil keuntungan pribadi atas tindakan tersebut.
  4. Menjaga aset organisasi yang telah ditanggung jawabkan untuk dikelola.

Ketika Anda menandatangani kontrak kerja yang berisi poin tersebut, sebenarnya Anda tidak boleh mengeluh karena terdapat aturan dan prosedur kerja yang berubah, yang menimpa diri Anda. Untuk menurunkan keluh kesah Anda, berikut adalah dasar alasan kebijakan mengapa prosedur kerja dan peraturan dalam perusahaan sering berubah.

Peraturan:

Semua kondisi akan berubah seiring berjalan nya waktu. Perubahan kondisi juga akan menyebabkan perubahan sistem di dalam organisasi, jika hal itu di perlukan, agar organisasi bisa survive, dan tetap memberikan pekerjaan/ penghasilan kepada semua pihak yang terkait (karyawan, pemegang saham, pemerintah, dll). Perubahan sistem memaksa aturan yang telah ada pun ikut berubah. Semua aktivitas kerja membutuhkan aturan agar bisa tersinkronisasi dan berjalan dengan baik (terkendali).

Prosedur Kerja:

Ada 2 jenis prosedur kerja, bila di lihat dari implementasi nya. Prosedur kerja yang harus (wajib) dilakukan, dan prosedur kerja yang tidak wajib dilakukan apabila keadaan tidak memungkinkan. Hal yang pertama memang harus dilakukan, dan bila hal itu berupa sebuah larangan, maka hal tersebut tidak boleh dilakukan. Hal kedua boleh untuk tidak dilakukan, apabila keadaan sangat sulit untuk melaksanakan hal tersebut dan pelanggaran terhadap hal itu tidak akan menciptakan kerugian yang lebih besar daripada mencoba memaksa melakukan nya. Namun, User harus sebisa mungkin mencoba melakukan hal tersebut, apabila keadaan sulit dan masih memungkinkan untuk dilakukan.

Prosedur kerja adalah hal yang harus dilakukan oleh User (SDM penggerak sistem kerja) agar aktivitas di bagian lain yang terkait, bisa berjalan, sehingga keseluruhan sistem dalam sebuah organisasi yang besar sekalipun bisa di jalankan dengan baik dan terkendali. Tanpa adanya prosedur kerja yang dilakukan dengan benar- benar baik, setiap sistem akan mengalami kekacauan yang bisa mengakibatkan proses aktivitas di bagian terkait menjadi pincang berjalan. Hal ini bisa menciptakan resiko buruk atas kelangsungan hidup organisasi secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *