Business News

Kritikan dan Kegunaan nya | Etika Memberikan dan Menerima Kritikan

Apa fungsi memberi dan mendapatkan kritik- Kebanyakan orang akan lebih nyaman bila tidak di kritik. Bagi sebagian orang yang belum dewasa, mendapatkan kritik malahan bisa membuatnya sakit hati. Apalagi ketika dia merasa apa yang dilakukan nya sudah benar atau tindakan nya sudah sesuai prosedur -bila keadaan nya sedang melakukan aktivitas kerja.

Disisi lain, pemberi kritik sering nya tidak mengetahui etika yang baik. Dan sering nya, yang terlontar bukanlah kritikan, tetapi malahan cacian atau luapan emosi. Bisa saja orang tersebut memberikan kritik dengan nada yang tinggi. Sehingga, orang yang di kritik tersebut, membalas nya dengan nada yang tinggi juga. Dan cara memberi kritik semacam ini adalah salah.

Keadaan ini akan menjadi parah, dan malahan berujung pada permusuhan, bila seseorang (baik itu pengkritik ataupun yang menerima kritik) merasa dendam. Rasa sakit hati itu akan terbawa kemana- mana sampai ke berbagai suasana dan situasi. Sehingga, pekerjaan atau aktivitas bersama yang dilakukan, akan diliputi dengan perang dingin. Tidak hanya itu, situasi itu memunculkan sebuah keinginan untuk memperusuh situasi untuk lebih menjatuhkan lawan ketika dia tersandung suatu masalah.

Tujuan Kritik

Kritik itu bersifat membangun. Bila ada kritik yang bersifat tidak membangun, itu tidak bisa disebut dengan kritik. Tetapi lebih mengarah pada hinaan, cacian, dsb. Dan kritik adalah sesuatu hal yang baik (untuk diterima dan untuk dilontarkan).

Tujuan kritik diberikan adalah untuk membuat orang menjadi lebih baik lagi, tidak mengulangi kesalahan nya kembali, mengkoreksi diri dan lebih mawas diri dalam melangkah kedepan.

Orang yang memberikan kritik, apalagi kritikan yang berisikan penjelasan juga, adalah orang yang peduli dengan Anda dan keadaan. Dia tidak ingin melihat keadaan menjadi kacau atau menjadi buruk, sehingga dia memberikan kritikan. Tetapi, ada juga orang yang memberikan kritik -dimana kritik itu tetap memiliki sifat membangun- namun sebenarnya, dia tidak terlalu peduli dengan keadaan -akan menjadi lebih baik atau tidak, tetapi karena orang tersebut suka mengurusi masalah orang lain.

Apabila kritik itu diterima oleh orang yang memiliki sikap dewasa, tentu hal tersebut akan menjadi ucapan terimakasih. Karena orang yang memberikan kritik memberitahukan mengenai apa yang salah, atau apa yang kurang, atas keadaan ataupun dirinya tersebut. Tetapi bila diterima oleh orang yang belum bersifat dewasa, mungkin akan muncul rasa sakit hati.

Etika Memberikan Kritik

Kritik itu tidak boleh diberikan dengan nada yang tinggi, apalagi sambil bersungut- sungut atau sambil melotot. Hal itu justru malah menandakan bahwa si pengkritik ingin meluapkan amarahnya saja. Yang nantinya, akan membuat si penerima merasa sakit hati. Karena dia merasa kena marah orang lain.

Kritik pun perlu di sisipi dengan penjelasan. Baik itu penjelasan mengenai letak kesalahan yang dilakukan, tujuan atas kritik tersebut, dan penjelasan mengenai hal buruk apa yang mungkin akan terjadi bila kesalahan itu terjadi. Supaya orang yang di kritisi tersebut menjadi mengerti letak kesalahan nya dimana. Hal ini mungkin menjadi bertele- tele bila dibandingkan langsung melontarkan kritik yang singkat, padat dan jelas (mis. “kamu jangan melakukan hal itu lagi”). Tetapi, kedepan nya akan jauh menjadi efektif.

Orang yang di kritik akan lebih mengerti letak kesalahan nya dimana, dia juga memahami efek buruk yang terjadi bila dia melakukan hal tersebut, dan memahami bahwa hal (kesalahan) yang dilakukan nya memang perlu di ubah.

Etika yang lain adalah jangan memojokan orang tersebut, menganggap nya bodoh, atau menganggap nya salah seratus persen. Berikan ruang untuk memberikan pujian juga (bila ada). Orang akan cenderung sakit hati bila dipojokan, dianggap bodoh dan tidak dihargai (dianggap 100% salah).

Kekhawatiran Orang Sakit Hati bila di kritik

Kekhawatiran orang dalam memberikan kritik salah satu nya adalah khawatir orang tersebut sakit hati dan menjadi musuh. Seharusnya, hal itu tidak perlu ada. Karena bila kritikan itu diberikan sesuai dengan etika, peluang terjadinya kejadian itu sangatlah kecil.

Bila Anda adalah seorang profesional, dan perlu memberikan kritik kepada rekan ataupun bawahan Anda, dan khawatir bahwa mereka akan sakit hati dan akan bermusuhan dengan Anda, maka harusnya Anda tidak memiliki kekhawatiran tersebut. Karena sudah menjadi keharusan untuk memberikan kritik apabila Anda adalah seorang yang profesional. Jadi, abaikan mengenai dampak buruk itu. Karena, mau tidak mau, takut ataupun tidak takut, Anda tetap harus melakukan nya.

Kekhawatiran yang perlu di waspadai sebenarnya bukan nya kritik tersebut akan menciptakan permusuhan, tetapi orang yang sakit hati karena mendapatkan kritik, hati nya akan tertutup dengan masukan ataupun wejangan yang ada di dalam kritikan itu. Jadi, dia tidak akan mendengarkan kritikan itu sebagai hal yang positif. Tetapi malahan lebih kepada “abuse”.

Menanggapi Orang yang memberikan Kritik

Anda perlu bersikap dewasa dalam menerima kritik. Abaikan saja nada ataupun suara tinggi yang mungkin secara tidak sengaja tersisipi di dalam kritikan itu. Terlebih, bila Anda bekerja bersama orang lain (dalam satu Tim), dan orang yang memberi kritikan itu adalah atasan Anda.

Perlu Anda ketahui, kritikan dari atasan itu, biasanya memang di iringi dengan nada tinggi, dikarenakan dia mendapatkan akibat buruk dari kesalahan yang Anda lakukan. Karena kesalahan yang Anda lakukan merupakan tanggung jawab dia. Bila ada seorang atasan yang bisa tetap tenang dalam memberikan kritik, ketika dia mendapati akibat buruk dari kesalahan yang Anda lakukan, itu baru atasan yang hebat. Yang jumlah nya hanya beberapa glintir orang saja.

Gunakan kritik tersebut untuk mengkoreksi diri. Buka pikiran Anda, dan tanyakan kepada diri Anda sendiri, “apakah benar kritikan itu !?”. Dan pertanyaan tersebut perlu dipertanyakan ke diri sendiri dengan pikiran terbuka. Bukan dengan pikiran yang runyam karena sakit hati. Bersyukurlah, ada seseorang yang memberi Anda kritik. Apalagi yang ikut menjelaskan -dan memberikan analisa juga- terkait dengan kesalahan yang Anda lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *